Minggu, 26 Februari 2017

Fitur Lockscreen Rahasia pada Smartphone


Lockscreen atau pengamanan adalah sistem pengamanan yang terpasang pada semua perangkat Android. Lockscreen ini bisa dibuka dengan menggunakan dengan cara biasa yaitu, menggunakan PIN, Pattern, atau untuk smartphone biasanya yang kelas flagship sudah menggunakan fingerprint. Ada cara unik yang jarang digunakan untuk membuka lockscreen di hp Android. Berikut cara tersebut.


Membuka Kunci Layar Smartphone dengan Gerakan Tubuh
Cara unik pertama ini sepertinya masih banyak yang tidak mengetahui dan memanfaatkannya. Padahal, pengaturan pada hp Android tersebut sudah tersedia. Pada fitur ini pendeteksi tubuh untuk membuka layar hp Android yang terkunci ini sangatlah membantu jika memang tidak ingin repot-repot lagi membuka kunci layar smartphone dengan menggesek patern atau memasukkan PIN/Password yang kadang terlupakan atau tidak ingat.
 
Untuk bisa mengaktifkan fitur tersebut, maka cukup membuka menu Settings > Security > Smart Lock, kemudian silahkan pilih pada opsi On-body detection lalu diaktifkan. Akan tetapi pada fitur ini ada kelemahan yang pastinya membuat hp Android mudah untuk dibuka orang lain. Jadi, walaupun simpel dan tidak ribet lagi, keamanan pada smartphone bisa saja terganggun. Untuk itu, Pattern, PIN, fingerprint, atau password tetap yang terbaik.
 

Membuka Kunci Layar Smartphone dengan Lokasi
Cara yang kedua ini pasti lebih unik lagi, dan mungkin saja beberapa dari jarang mendengarkannya. Cara membuka kunci layar pada hp Android ini memanfaatkan titik lokasi keberadaan pemiliknya. Jadi, bisa mengatur hp Android tersebut baru bisa terbuka kalau sudah berada pada titik lokasi yang telah tentukan seperti, rumah, kantor atau ang lainnya.
 
Untuk mengaktifkan fitur tersebut silahkan membuka menu Settings, lalu menuju ke Security > Smart Lock > Trusted places. Didalam menu ini silahkan tambahkan titik lokasi sesuai keinginan. Titik lokasi tersebut bisa dimasukkan lebih dari satu.
 
Titik jangakauan dari lokasi tersebut adalah sekitar 80 meter. Jadi, saat sudah berada dalam radius 80 meter dari lokasi yang tentukan, maka kunci layar hp Android sudah terbuka. Cara ini tentunya akan sangat membantu untuk tidak repot-repot lagi membuka dan mengunci smartphone pada lokasi tertentu, sehingga tetap aman saat jika tidak berada di lingkungan yang tidak diketahui.
 

Membuka Kunci Layar Smartphone dengan e-KTP
Cara unik berikutnya ini terbilang masih baru, jadi mungkin banyak yang belum mengetahui, yaitu dengan memanfaatkan e-KTP. Menggunakan e-KTP sendiri untuk membuka kunci dari hp Android tentunya adalah cara yang paling aman untuk digunakan. E-KTP ini dimiliki hanya setiap orang saja, yang tidak akan sama dengan yang lainnya.
 
Untuk bisa mengaktifkan fitur tersebut, maka bisa membuka menu Settings. Di dalam menu Settings tersebut masuk lagi pada menu Security, lalu ke Smart Lock. Setelah berada didalam menu Smart Lock, silahkan pilih pilih pada opsi Trusted devices, lalu tambahkanlah perangkat disana yang dapat dipercaya.
 

Membuka Kunci Layar pada Smartphone dengan Suara
Cara yang selanjutnya yang bisa digunakan untuk membuka kunci pada hp Android ini adalah dengan suara. Menggunakan fitur pengenalan suara untuk membuka lock screen tentunya adalah teknologi terbaru yang terpasang pada smartphone Android. Pada fitur ini memanfaatkan Google Now, maka dari itu harus mengaktifkan fitur tersebut.
 
Jika fitur tersebut sudah aktif, untuk memasukkan suara ke dalam smartphone untuk dikenali sebagai pembuka lockscreen, maka silahkan membuka pada menu Settings > Smart Lock > Trusted Device. Setelah itu cukup memilih opsi pada pengaturan suara. Kata yang akan gunakan untuk membuka lockscreen tersebut adalah misalnya “OK Google”.
 

Membuka Kunci Layar Smartphone dengan Scan Wajah
Untuk cara selanjutnya ini menggunakan bantuan dari aplikasi pihak ketiga yang bernama IObit Applock. Aplikasi ini bisa download pada halaman Google Play Store melalui hp Android langsung. Hebatnya lagi, aplikiasi IObit Applock ini tidak untuk mengunci dan membuka layar smartphone dengan wajah saja, melainkan aplikasi IObit Applock ini bisa membantu untuk menjaga kerahasiaan aplikasi yang ada pada perangkat Android.
 

Membuka Kunci Layar Smartphone dengan Gerakan Tangan
Cara unik selanjutnya adalah menggunakan gerakan tangan. Akan tetapi, untuk bisa memanfaatkan cara ini maka juga harus menginstall aplikasi pihak ketiga yang bernama GestureLock. Aplikasi ini bisa membantu untuk membuka smartphone hanya dengan gerakan tangan saja. Bisa mendapatkan aplikasi GestureLock ini melalui halaman Google Play Store secara langsung.
 

Menghidupkan Kunci Layar Smartphone dengan Goyangan (Shake)
Cara unik berikutnya ini cukup menarik karena cukup dengan menggoyangkan (Shake) smartphone Android, maka lockscreen di hp Android akan terbuka. Cara membuka lockscreen pada hp Android yang tidak biasa tentunya akan membuat smartphone menjadi lebih menarik dan menjadi unik dibanding hp Android yang lainnya. Cara ini juga membutuhkan aplikasi pihak ketiga yang harus menginstal pada perangkat hp Android.
Read more

Sabtu, 25 Februari 2017

Asal Usul Wayang Kulit


Wayang adalah salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang ini meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni sastra, seni lukis, seni pahat, seni tutur, dan juga seni perlambang. Budaya wayang yang terus berkembang dari zaman ke zaman ini  juga merupakan media penerangan, sebagai dakwah, sarana pendidikan, sarana hiburan, sarana pemahaman filsafat, dan serta hiburan. Dari hasil penelitian para ahli sejarah kebudayaan bahwa budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia ini khususnya di Pulau Jawa. Karna keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum masuknya agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Cerita wayang yang populer dimasyarakat masa kini adalah merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata dari kedua induk cerita itu maka pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya cerita pada wayang kulit tersebut agar menyatu dengan falsafah asli Indonesia.

Dengan penyesuaian konsep filsafat ini akan menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Pulau Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan kulit. Dewa dalam pewayangan bukan lagi salah satu sesuatu yang bebas dari salah tetapi melainkan seperti juga makhluk Tuhan lainnya, akan tetapi kadang-kadang bertindak keliru dan bisa juga jadi khilaf. Ada hadirnya tokoh panakawan dalam pewayangan sengaja diciptakan para budayawan In­donesia untuk memperkuat konsep filsafat bahwa didunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik dan yang benar-benar jahat. Bahwa setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.

Dalam cerita disertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel pada tahun 1897, ahli sejarah kebudayaan Belanda Dr. GA.J. Hazeau yang menunjukkan keyakinannya bahwa wayang ini merupakan pertunjukan asli Jawa. Sebagaimana pengertian wayang dalam disertasi Dr. Hazeau itu adalah walulang inukir yaitu kulit yang diukir dan dilihat bayangannya pada kelir. Demikian, wayang yang dimaksud tentu adalah Wayang Kulit seperti yang kita kenal sekarang.

Asal-usul wayang ini di dunia ada dua berpendapat. Pertama, bahwa wayang berasal dan lahir pertama kali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Timur. Pendapat ini selain dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan juga ahli-ahli bangsa Indonesia, juga merupakan salah satu hasil penelitian sarjana-sarjana Barat. Diantara para sarjana Barat yang termasuk kelompok ini adalah Hazeau, Brandes, Kats, Rentse, dan Kruyt. Karna alasan mereka cukup kuat di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia ini, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan ini, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan juga tidak ada di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan ini semuanya berasal dari bahasa Jawa yaitu Kuna, dan tidak ada bahasa lain bukan bahasa lain. Kedua, berpendapat menduga wayang berasal dari India ini yang dibawa bersama dengan agama Hindu ke Indonesia. Mereka antara lain ialah  Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Karna sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris di negeri Eropa yang pernah menjajah Negara India.
Namun, sejak tahun 1950 buku-buku pe­wayangan sudah sepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa di Indonesia, dan tidak ada sama sekali tidak yang diimpor dari negara lain.

Budaya wayang kulit diperkirakan sudah lahir di Indo­nesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan pada tahun 976 -1012, yakni ketika kerajaan di Jawa Timur sedang makmur-makmur­nya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia diabad X. Pada naskah sastra Kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuna ditulis pada masa pemerintahan Raja Dyah Balitung tahun 989-910 yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karangan pujangga In­dia yaitu Walmiki. Selanjutnya para pujangga Jawa tidak akan lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna saja akan tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya saja karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakawin yang juga merupakan gubahan yang berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan ini lain yang lebih nyata bedanya dengan cerita asli yang versi In­dia adalah Baratayuda Kakawin karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, raja Kediri.

Read more