Selasa, 22 Januari 2019

5 Fakta Backpacker, Trend Baru Untuk Liburan

Banyak orang yang bilang ketika masih muda perbanyaklah waktu untuk travelling. Kenapa demikian  Ketika masih muda energi dan semangat kamu masih membara. Usia muda sangat efektif untuk mencari berbagai pengalaman sebagai seorang traveler. Beberapa orang berfikir bahwa untuk melakukan destinasi wisata perlu mengumpulkan uang yang banyak. Eitss jangan khawatir, menjadi masyarakat millenial akan banyak cara untuk bisa menikmati traveling dengan low budget.


Siapa yang tak kenal dengan istilah backpacker ? Kebanyakan orang menganggap bahwa asal bepergian menggunakan tas ransel atau tas carrier maka sudah disebut sebagai backpacker. Namun, makna dari backpacker lebih dari itu. Backpacking atau wisata beransel diartikan sebagai salah satu metode atau cara dalam melakukan perjalanan. Orang yang ber-backpacking biasanya akan melakukan perjalanan ke suatu daerah tanpa harus membawa barang-barang yang kurang penting dan memberatkan. Namun tidak bisa disamakan juga dengan turis atau wisatawan biasa, walaupun sama-sama membawa tas ransel. 

Seorang backpacker memiliki prinsip independen. Independen disini maksudnya adalah tidak pergi bersama tour travel atau sejenisnya. Mereka tidak menggunakan jasa agen perjalanan dengan mengeluarkan biaya yang cukup mahal karema semua yang kamu dapatkan tinggal beres langsung berangkat dan menikmati. Untuk seorang backpacker harus menentukan sendiri tujuan yang akan didatangi, lokasi menginap dan transportasi yang akan digunakan. 

Sebagai tren baru untuk berlibur, backpacker mulai diminati banyak orang bukan hanya mereka yang memiliki budget minim, namun mereka yang golongan kasta ke atas mulai mencoba untuk menciptakan pengalamn baru. Berikut 5 fakta backpacker yang menjadi tren baru untuk liburan :

1. Bakat dalam mencari tiket promo
Jika menjadi seorang backpacker, salah satu bakat utama yang perlu dimiliki adalah harus pintar dalam mencari tiket promo. Carilah referensi dari berbagai sumber dan iklan pada website penjualan tiket. Ada baiknya untuk mencari tiket mulai jauh hari, karena jika sudah mendekat masa liburan biasanya akan kalah cepat dengan yang lain. Jangan hanya mencari satu sumber tapi perbanyak referensi pula sebagai pembanding.

2. Bisa merencanakan perjalanan sendiri
Belajar mandiri tentunya akan dilakukan oleh seorang backpacker. Untuk melakukan destinasi wisata perlu banyak yang harus direncanakan dan dilakukan. Mulai dari survey tujuan yang akan dikunjungi, berapa lama waktu untuk bisa ke tujuan, berapa harga biaya masuk, dan budgeting mulai awal pemberangkatan sampai pulang. Untuk merencanakan hal tersebut perlu persiapan yang matang. Jangan terlalu terburu-buru.

3. Bisa mencari penginapan yang murah dan nyaman
Salah satu biaya yang tinggi saat melakukan destinasi wisata yaitu pada biaya menginap. Apalagi saat melakukan destinasi wisata memerlukan waktu beberapa hari. Jangan khawatir banyak sekali penginapan harian yang menyewakan dengan harga murah. Jika ingin mencarinya bisa dengan mencari ke mamikos.com. Akan banyak pilihan penginapan dengan harga standart tapi fasilitas lengkap. Salah satunya adalah sewa apartemen gateway. Jika ingin lebih mudah mengakses jangan lupa untuk download aplikasi mamikos di playstore.

4. Jiwa sosial harus oke
Kunci menjadi backpacker adalah wajib memiliki jiwa sosial yang tinggi. Kenapa demikian ? Jika berjiwa sosial tinggi, misal saat makan disebuah warung kemudian ngobrol dengan warga sekitar pasti akan banyak informasi yang didapat. Beberapa keuntungan lainnya bisa juga akan ditawarkan untuk menginap dan makan dirumahnya. 

5. Tahan godaan dan bisa menghemat uang saat liburan
Namanya juga liburan, pasti akan banyak hal baru didapat serta berbagai kuliner, pernak-pernik dan oleh-oleh yang menarik untuk dibeli. Tapi semua itu harus ingat dengan tujuan awal, backpacker harus siap tantangan dan resiko yang akan diambil. Ingatlah dengan tujuan awal dan uang saku yang dibawa.
Read more